Senin, 26 November 2018

Tenis meja,p3k,rng gaya dada

RANGKUMAN MATERI TENIS MEJA

A. SEJARAH
  • Tenis meja dibuat diInggris pada abad ke 19sebagai permainan indoor. Tenis meja memiliki beberapa nama lain yaitu"whiff-whaff"dan "Ping-pong". Hampir semua orang menyebut olahraga ini Ping-pong sampai ahkirnya J.Jaques dan son LTD menjadikannya merek dagang. 

  • Perkembangan olahraga Tenis meja di dukung olehJames W. Gibb, ia berhasilmenemukanbola seluloid, yang cocok untuk tenis meja.E.C Goodejuga melakukan hal yang sama, iamenciptakan raketdengan versi yang lebihmodern, dengan memasangselembar karetyang diberi bintik ke kayu yang sudah diasah. 

  • Tenis meja mulai terkenal pada 1901 karena dibuat turnamen tidak resmi. Tahun1921,Asosiasi Tenis Meja (TTA) dibuat di Inggris, dan diikutiFederasi Tenis Meja Internasional (ITTF)pada tahun1926. London menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia resmi pertama tahun 1926. 

  • Tahun 1933, dibentuk Asosiasi Tenis Meja Amerika Serikat, sekarang disebut, Tenis Meja Amerika. Perubahan pesat dilakukan pada raket tahun 1950, lembaran karet pada raket digabung dengan spoons, sehingga meningkatkan kecepatan perputaran bola. 
Sampai ahkirnya tenis meja diperkenalkan sebagai cabang olahraga olimpiade pada tahun 1988.

Awal Tenis Meja Masuk Indonesia
  • Tenis meja mulaidikenaldiIndonesiapada tahun1930. Tenis mejadimainkanoleh orang-orang pentingBelandadi balai-balai sebagai permainan rekreasi. Tahun1939para tokoh tenis meja mendirikanPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia).

 Pada tahun 1958 saat kongres di Surakarta nama PPSI berubah menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). Tahun 1960PTMSI resmi menjadi anggota TTFA (Table Tenis Federation of Asia). 

Beberapa turnamen sangat banyak diselenggarakan yaitu :  PORDA, PON, POMDA, POSENI di tingkat SD, SLTP, SLTA.

Indonesia selalu di undang dalam kejuaraan-kejuaraan dunia resmi setelah Indonesia terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961.
    B. Peralatan Tenis Meja 

    • Raket

      Ukuran, Bentuk, dan berat tidak ditentukan, namun daun raket minimat 85% terbuat dari kayudiukur dari ketebalannya.

      Lapisan perekat di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan serat karbon/serat kaca. Namun bahan tersebut tidak boleh lebih dari 7,5% dari total ketebalan/ berukuran 0,35 mm.

      Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi dengan karet licin/halus, bila menggunakan karet maka ketebalan karet tidak boleh lebih dari 2 mm.


      • Bola
      Bola tenis meja berdiameter 40 mm, dengan berat 2,7 gram. Biasanya berwarna putih/oranye. Bola ini terbuat dari selulosa yang ringan.Gambar bintang pada bola tersebut menentukan kualitas bola, kualitas diukur 1-3 bintang, bintang 3 adalah kualitas terbaik dari bola, yang biasanya digunakan untuk turnamen.



      • Meja Lapangan




      Tinggi Net : 15,25 cm
      Panjang Lapangan : 274 cm
      Lebar lapangan : 152,2 cm
      Tinggi lapangan : 76 cm
      www.Rangkuman Materi1.blogspot.co.id


      • Aturan Permainan
      Permainan Tunggal






    1. Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
    2. Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2.
    3. Pemegang servis bebas menempatkan boladari segala penjuru lapangan.
    4. Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
    5. Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16


    6. Permainan Ganda
      • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
      • Servis bergantian setiap poin kelipatan 2.
      • Pemain bergantian menerima bola dari lawan
      • Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan.
      • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
      • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 13-11, 15-17
      Cara memegang Raket 

      1. Pegangan Forehand
      2. Pegangan Backhand

      Materi p3k

      Pengertian P3K secara lengkap,jelasdan 


      pertolongan pertama yaitu orang yang pertama memberikan bantuan atau pertolongan pada orang yang terkena kecelakaan.
                        
      Alat-alat yang di perlukan dalam p3k yaitu kapas, obat betadin, kasa, plester.
      kemudian kalau misalkan orang yang terkena kecelakaan itu terkena pendarahan pada anggota badannya usahakan orang yang pertama melakukan pertolongan harus memeriksa keadaan pasien terlebih dahulu dengan di periksa PLNBnya terlebih dahulu
      Pengertian P3K adalah bantuan yang dilakukan dengan cepat dan tepat sebelum korban dibawa ke rujukan, sedangkan Pertolongan Pertama (PP) adalah pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera/ kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar, yaitu suatu tindakan perawatan yang didasarkan pada kaidah ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh orang awam khusus yang dilatih memberikan pertolongan pertama.
      Bisa anda lihat perbedaan arti dari P3K dan PP? Tapi yang selalu muncul dalam benak seorang Fasilitator, pelatih atau instruktur PP mengungkap perbedaan antara P3K dengan PP adalah di dalam P3K terdapat kata Kecelakaan sehingga penekanan seorang Fasilitator PP bahwa P3K itu di pakai jika hanya terjadi kecelakaan, namun pemahaman masyarakat tentang P3K itu luas, bahkan mengartikan kata kecelakaan itu juga luas sekali. Arti kecelakaan adalah suatu kejadian diluar kemampuan manusia yang terjadi dalam sekejap yang dapat menyebabkan gangguan pada jasmani maupun rohani bahkan bisa menyebabkan kematian.
      Sedangkan didalam PP ada kata ”Medis Dasar”, bahwa ilmu PP itu merupakan dasar-dasar kaidah ilmu kedokteran, sedangkan dalam masyarakat umum, untuk memahami secara mendalam makna kata P3K dan PP, sedang yang ada dalam benak masyarakat adalah bagaimana cara menolong orang yang butuh pertolongan, sedang saat ini banyak para pelatih PP yang dengan gencar-gencarnya mensosialisasikan materi PP dengan membedakan PP dengan P3K, bahkan kadang substansinya terlalu jauh dari apa yang diharapkan masyarakat.

      Sebelum melakukan penyelamatan, kita harus yakin maksud dan tujuan dari P3K itu sendiri. pertolongan pertama adalah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang sakit secara mendadak atau orang yang mendapat kecelakaan, di jalan maupun di dalam rumah sebelum mendapat pertolongan oleh dokter atau tenaga medis yang berwenang.
      I. Definisi P3K
      Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. Ini berarti pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K (petugas medik atau orang awam) yang pertama kali melihat korban. Pemberian pertolongan harus secara cepat dan tepat dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di tempat kejadian. Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak baik malah bisa memperburuk akibat kecelakaan bahkan menimbulkan kematian.
      II. TUJUAN P3K
      Tujuan dari P3K adalah sebagai berikut:
      a. Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian
      1. Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban
      2. Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) kalau perlu
      3. Mencari dan mengatasi pendarahan
      b. Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk)
      1. Mengadakan diagnose
      2. Menangani korban dengan prioritas yang logis
      3. Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi.
      c. Menunjang penyembuhan
      1. Mengurangi rasa sakit dan rasa takut
      2. Mencegah infeksi
      3. Merencanakan pertolongan medis serta transportasi korban dengan tepat
      III. PRINSIP P3K
      Beberapa prinsip yang harus ditanamkan pada jiwa petugas P3K apabila menghadapi kejadian kecelakaan adalah sebagai berikut:
      a. Bersikaplah tenang, jangan pernah panik. Anda diharapakan menjadi penolong bukan pembunuh atau menjadi korban selanjutnya (ditolong)
      b. Gunakan mata dengan jeli, kuatkan hatimu karna anda harus tega melakukan tindakan yang membuat korban menjerit kesakitan untuk keselamatannya, lakukan gerakan dengan tangkas dan tepat tanpa menambah kerusakan.
      c. Perhatikan keadaan sekitar kecelakaan, cara terjadinya kecelakaan, cuaca dll
      d. Perhatikan keadaan penderita apakah pingsan, ada perdarahan dan luka, patah tulang, merasa sangat kesakitan dll
      e. Periksa pernafasan korban. Kalau tidak bernafas, periksa dan bersihkan jalan nafas lalu berikan pernafasan bantuan (A, B = Airway, Breathing management)
      f. Periksa nadi atau denyut jantung korban. Kalau jantung berhenti, lakukan pijat jantung luar. Kalau ada perdarahan berat segera hentikan (C = Circulatory management)
      g. Apakah penderita Shock? Kalau shock cari dan atasi penyebabnya
      h. Setelah A, B, dan C stabil, periksa ulang cedera penyebab atau penyerta. Kalau ada patah tulang lakukan pembidaian pada tulang yang patah, Jangan buru-buru memindahkan atau membawa ke klinik atau rumah sakit sebelum tulang yang patah dibidai.
      i. Sementara memberikan pertolongan, anda juga harus menghubungi petugas medis atau rumah sakit terdekat.
      IV. PRIORITAS PERTOLONGAN
      Ada beberapa prioritas utama yang harus dilakukan oleh penolong dalam menolong korban yaitu:
      a. Henti napas
      b. Henti jantung
      c. Pendarahan berat
      d. Shock
      e. Ketidak sadaran
      f. Pendaraahan ringan
      g. Patah tulang atau cedera lain
      V. TINDAKAN PERTAMA SAAT MENEMUKAN KORBAN
      a. Pastikan ABC korban telah stabil, kalau perlu lakukan RJP
      b. Mengadakan diagnosa (mendapatkan informasi tentang keadaan korban)
      1. Riwayat
      Yaitu cerita tentang bagaimana insiden itu terjadi, bagaimana cedera atau penyakit yang didera. Tanyakan kepada korban bila sadar dan atau saksi mata.
      2. Petunjuk luar
      Semua petunjuk yang mungkin ada pada korban seperti catatan medis korban, obat-obatan yang dibawa korban
      3. Keluhan
      Adalah sesuatu yang dirasakan atau dialami atau dijelaskan oleh korban seperti mual, nyeri panas, dingin atau lemah. Hal itu harus ditanyakan dan dicocokkan dengan diagnose lainnya
      4. Gejala
      Adalah rincian dari pengamatan yang anda lihat, cium dan raba dalam suatu pemeriksaan korban (pemeriksaan dari ujung rambut sampai ujung kaki)
      c. Melakukan pertolongan dan perawatan terhadap hasil diagnosa diatas sesuai dengan prioritas pertolongan.
      VI. KELUHAN DAN GEJALA PENYAKIT ATAU DERITA
      a. Keluhan yang mungkin diungkapkan korban:
      Misalnya: nyeri, takut, panas, tidak dapat mendengar secara normal, hilang penginderaan, penginderaan abnormal, haus, mual, perih, mau pingsan, kaku, tidak sadar sebentar, lemah, gangguan daya ingat, pening, tulang terasa patah.
      b. Gejala yang mungkin dilihat (ekspresi):
      Misalnya: Cemas dan nyeri, gerakan dada abnormal, berkeringat, luka, pendarahan dari liang tubuh, bereaksi bila disentuh, bereaksi atas ucapan, lebam, warna kulit abnormal, kejang otot, bengkak deformitas (kelainan bentuk), benda asing, bekas suntikan, bekas gigitan, bekas muntahan, dll.
      c. Gejala yang didapatkan dari perabaan:
      Misalya: lembab, suhu tubuh abnormal, nyeri dan luka lunak bila disentuh, pembengkakan, deformitas (perubahan bentuk ke yang buruk), ujung-ujung tulang bergeser.
      d. Gejala yang mungkin didengar:
      Misalnya: napas bising atau sesak, rintihan, suara hisapan, bereaksi bila disentuh, reaksi atas ucapan.
      e. Gejala yang mungkin dicium:
      Misalnya: Aseton, alcohol, gas atau uap, asap atau terbakar.
      VII. TINDAKAN DAN PERAWATAN LANJUTAN
      Tindakan dan perawatan lanjutan ini tergantung kepada penilaian anda terhadap kondisi korban, anda biasa:
      a. Membawa korban ke tempat yang aman dan nyaman untuk beristirahat
      b. Menghubungi rumah sakit atau pihak berwewenang
      c. Mengatur evakuasi dan transportasi korban ke rumah sakit
      d. Menghubungi keluarga korban
      e. Mengijinkan korban pulang
      VIII. PERTOLONGAN DAN PERAWATAN KORBAN
      A. KELAINAN JALAN NAPAS DAN PERNAPASAN
      1. Tersendak
      Gejala : a. Kesulitan bicara dan bernapas (biasa henti napas)
      b. Kulit biru (sianosis) dan biasanya memegang leher
      Tujuan : Mengeluarkan benda yang menyumbat dan memulihkan pernapasan.
      Tindakan : # Pada orang dewasa
      a. Korban ditenangkan dan suruh batuk bila sadar
      b. Bungkukkan badan dan pukul punggung
      c. Bila tidak berhasil lakukan hentakan perut
      d. Bila tidak berhasil kombinasikan antara keduannya
      # Pada korban anak-anak dan bayi dilakukan pukulan punggung saja jika tidak berhasil lakukan RJP.
      2. Tenggelam
      Tujuan : Mencegah dan mengatasi kekurangan oksigen di dalam darah
      Tindakan : a. Ketika mengangkat korban kepala harus lebih rendah dari badan, ini bertujuan untuk mengurangi resiko menghirup air.
      b. Baringkan korban pada tempat yang hangat (atasi Hipothermia) dan siap-siap untuk RJP
      3. Menghirup gas
      Tujuan : Memulihkan pernapasan
      Tindakan : a. Singkirkan korban dari bahaya dan bawa ketempat yang berudara segar
      b. Berikan oksigen bila ada
      c. Tetapkan bersama korban, periksa napas, nadi, dan tingkat reaksinya setiap 10 menit.
      4. Asthma
      yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.
      Gejala : a. Sesak napas, ditandai fase ekspirasi yang memanjang
      b. Suara mencicit ketika menghirup napas
      c. Tegang dan cepat, korban susah diajak bicara, banyak berbisik
      d. Kulit membiru (sianosis)
      e. Kesadaran menurun (gelisah/meracau)
      f. Pada serangan berat usaha untuk bernapas dapat menyebabkan kelelahan hebat
      g. Otot bantu napas di leher terlihat menonjol
      Tujuan : Melegakan pernapasan
      Tindakan : a. Tenangkan korban
      b. Dudukkan pasien bersandar ke depan dengan posisi ½ duduk dan istirahat sambil berpegangan. Pastikan pasien cukup mendapat udara segar
      c. Suruh pasien untuk mengatur napasnya
      d. Beri oksigen (bantu) bila diperlukan
      e. Bila pasien mempunyai obat, suruh ia menggunakannya / meminumnya
      B. GANGGUAN SIRKULASI
      1. Shock
      Gejala : a. Lemah dan pening
      b. Mual dan mungkin muntah dan haus
      c. Napas cepat dan dangkal
      d. Nadi cepat dan tidak teratur
      Tujuan : a. Mengenali tanda-tanda shock
      b. Menangani penyebabnya bila jelas
      c. Memperbaiki suplai darah ke otak, jantung ydan paru-paru
      Tindakan : a. Atasi setiap penyebab shock yang mungkin dapat anda tangani
      b. Pasien dibaringkan dengan posisi kepala harus lebih rendah
      c. Kaki ditinggikan dan ditopang. Hati-hati kalau anda menduga ada patah tulang
      d. Longgarkan pakaian yang mengikat agar tekanan pada keher, dada, dan punggang berkurang
      e. Pasien diselimuti agar tidak kedinginan
      f. Periksa dan catat pernapasan, nadi dan tingkat reaksi tiap 10 menit
      2. Pingsan
      yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hiploglikemia, animea
      Gejala : a. Perasaan limbung
      b. Menguap berlebihan
      c. Pandangan berkunang-kunang
      d. Telinga berdenging
      e. Nafas tidak teratur
      f. Muka pucat
      g. Biji mata melebar
      h. Lemas
      i. Keringat dingin
      j. Tak respon (beberapa menit)
      k. Denyut nadi lambat
      Tujuan : Memperbaiki aliran darah ke otak, menenangkan dan menyamakan korban setelah sadar
      Tindakan : a. Pasien dibaringkan dengan posisi kaki di tinggikan dan ditopang
      b. Baringkan korban dalam posisi terlentang
      c. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung
      d. Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan
      e. Beri udara segar
      f. Periksa kemungkinan cedera lain
      g. Selimuti korban
      h. Korban diistirahatkan beberapa saat
      i. Bila tak segera sadar , periksa nafas dan nadi, posisi stabil, Rujuk ke instansi kesehatan
      3. Luka
      yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena kekerasan/injury.
      Jenis-jenis luka : a. Luka sayat
      b. Laserasi (Luka robek)
      c. Abrasi (luka lecet)
      d. Kontusi (Memar)
      e. Luka tembus
      f. Luka tembak
      Tindakan : a. Bersihkan luka dengan antiseptic (alcohol/boorwater)
      b. Tutup luka dengan kasa steril/plester
      c. Balut tekan (jika pendarahannya besar)
      d. Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka
      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani luka:
      a. Anda harus memperhatikan dan mengecek apakah ada benda asing pada luka, bila ada:
      Keluarkan tanpa menyinggung luka
      Kasa/balut steril (jangan dengan kapas atau kain berbulu)
      Evakuasi korban ke pusat kesehatan
      b. Bila sudah ada bekuan darah pada suatu luka ini berarti luka mulai menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika di buang maka luka akan berdarah lagi.
      4. Pendarahan
      yaitu keluarnya darah dari saluran darah kapan saja, dimana saja, dan waktu apa saja.
      Jenis-jenis Pendarahan : a. Pendarahan arteri
      b. Pendarahan vena
      c. Pendarahan Kaliper
      Prinsip dasar pertolongan pada pendarahan adalah tekan, tinggikan, tinggikan, tekan pembuluh darah dan tenangkan korban serta balut bila perlu (5T), kita juga bisa meneteskan betadine pada bagian yang luka supaya darah terhenti dan tidak terinfeksi
      5. Pendarahan Luar Yang Hebat
      Tujuan : a. Mengatasi pendarahan
      b. Mengatasi shock
      c. Mengurangi resiko infeksi
      Tindakan : a. Pakaian dilepas atau digulung supaya luka terlihat
      b. Tekan luka secara langsung dengan jari atau telapak tangan anda, sebaiknya dengan perban steril atau bantalan kain bersih
      c. Anggota tubuh yang luka ditinggikan sampai diatas jantung, ditopang dan dipegangi secara hati-hati kalau ada patah tulang
      d. Baringkan korban agar aliran darah ke daerah luka lebih lambat untuk mencegah infeksi
      e. Biarkan bantalan semula pada tempatnya. Tutupi dengan perban steril. Balut dengan ketat tapi jangan terlalu keras agar tidak menghambat sirkulasi.
      f. Bagian yang terluka ditopang seperti pada patah tulang.
      6. Pendarahan Dalam
      Tujuan : Mengatasi endarahan dan mengatasi shock
      Tindakan : a. Korban dibaringkan telentang, kaki ditinggikan dan ditopang
      b. korban diselimuti aga5r tidak kedinginan. Periksa dan catat pernapasan, nadi dan reaksinya setiap 10 menit
      c. Catat jenis, jumlah dan sumber darah yang keluar dari ling tubuh. Bila mungkin, kirim sampelnya ke rumah sakit bersama korban.
      7. Mimisan
      yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin/kelelahan/benturan).
      Gejala : a. Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
      b. Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah
      c. Kadang disertai pusing
      Tindakan : a. Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
      b. Tenangkan korban
      c. Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
      d. Diminta bernafas lewat mulut
      e. Bersihkan hidung luar dari darah
      f. Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama
      8. Lemah jantung
      yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah kejantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung. Ingat……!!! Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan pencernaan, stress, dan tegang.
      Gejala : a. Nyeri di dada
      b. Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk
      c. Kadang sampai tidak merespon terhadap suara
      d. Denyut nadi tak teraba/lemah
      e. Gangguan nafas
      f. Mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung
      g. Kepala terasa ringan
      h. Lemas
      i. Kulit berubah pucat/kebiruan
      j. Keringat berlebihan
      Tindakan : a. Tenangkan korban
      b. Istirahatkan
      c. Posisi ½ duduk
      d. Buka jalan pernafasan dan atur nafas
      e. Longgarkan pakaian dan barang barang yang mengikat pada badan
      f. Jangan beri makan/minum terlebih dahulu
      g. Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang lain didekatnya)
      9. Luka Bakar
      yaitu luka yangterjadi akibat sentuhan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api, air panas, listrik, atau zat-zat yang bersifat membakar)
      Tujuan : a. Menghentikan proses terbakar dan meredakan nyeri
      b. Melakukan resusitasi bila perlu
      c. Menengani cedera yang ikut terjadi
      d. Mengurangi resiko infeksi
      Tindakan : a. Matikan api dengan memutuskan suplai oksigen
      b. Perhatikan keadaan umum penderita
      c. Pasien dibaringkan. Kalau bisa bagian yang luka jangan menyetuh tanah
      d. Luka disiram dengan air dingin sebanyak-banyaknya
      e. Sementara mendinginkan luka, periksa jalan napas, pernapasan dan nadi. Siap-siap melakukan resusitasi jika perlu.
      f. Lepaskan cincin, arloji, ikat pinggang, sepatu dan pakain yang bekas terbakar secara hati-hati sebelum luka membengkak. Kalau melekat pada luka, pakaian tidak perlu di lepas.
      g. Luka dibalut dengan pembalut luka atau bahan lainya (luka pada wajah tidak perlu ditutup, ttapi harus terus didinginkan dengan air untuk meredakan nyeri)
      h. Untuk mencegah terjadinya infeksi:
      Luka ditutup dengan perban atau kain bersih kering yang tak dapat melekat pada luka
      Penderita dikerudungi kain putih
      Luka jangan diberi zat yang tak larut dalam air seperti mentega, kecap dll
      i. Pemberian sedative/morfin 10 mg im diberikan dalam 24 jam sampai 48 jam pertama
      j. Bila luka bakar luas penderita diKuasakan
      k. Transportasi kefasilitasan yang lebih lengkap sebaiknya dilakukan dalam satu jam bila tidak memungkinkan masih bisa dilakukan dalam 24-48 jam pertama dengan pengawasan ketat selama perjalanan.
      l. Khusus untuk luka bakar daerah wajah, posisi kepala harus lebih tinggi dari tubuh.
      C. GANGGUAN KESADARAN
      1. Gangguan kesadaran karena terhambat jalan napas dll
      Tujuan : a. Mempertahankan agar jalan napas tetap terbuka
      b. Menilai dan mencatat tingkat reaksi
      c. Menangani cedera yang menyertai
      Tindakan : a. Buka jalan napas, periksa nadi dan napasnya siap-siap resusitasi
      b. Atasi pendarahan luar yang berat maupun patah tulang, jangan melangkahi korban yang yang tidak sadar
      c. Cari cedera atau kelainan yang tidak jelas, cium bau pernapasan
      d. Baringkan korban dalam posisi pemulihan
      2. Histeria
      yaitu sikap berlebih-lebihan yang dibuat-buat (berteriak, berguling-guling) oleh korban; secara kejiwaan mencari perhatian.
      Gejala : a. Seolah-olah hilang kesadaran
      b. Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)
      c. Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas
      Tindakan : a. Tenangkan korban
      b. Pisahkan dari keramaian
      c. Letakkan di tempat yang tenang
      d. Awasi
      D. PENGARUH PANAS DAN DINGIN
      1. Hipotermia
      Hipotermia merupakan suatu kedaan dimana korban dalam keadaan dingin atau suhu badan korban meknurun karena lingkungan yang dingin.
      Gejala : a. Menggigil atau gemetar
      b. Kulit dingin, pucat dan kering, kulit terasa dingin seperti marmer
      c. Apatis, konfusi atau perilaku yang tidak masuk akal, sering menjadi agresif
      d. Mengantuk
      e. Gangguan kesadaran
      f. Pernapasan dangkal, cepat dan nadi lambat
      g. Pada kasus yang eksterna henti jantung
      h. Pandangan terganggu.
      i. Reaksi manik mata terhadap rangsangan cahaya lambat
      Tujuan : Mencegah agar panas yang hilang tidak bertambah dan menghangatkan badan
      Tindakan : a. Bawa korban ketempat hangat
      b. Korban dibaringkan dan diselimuti
      c. Jaga jalan nafas tetap lancar
      d. Korban yang sadar di beri minuman hangat, sup atau makan yang berenergi tinggi seperti coklat dll
      e. Jaga korban agar tetap sadar
      e. Kalu anda ragu akan kondisi korban yang sudah tua atau masih bayi, panggil dokter
      d. Jika korban menjadi tidak sadar, periksa nadi dan napasnya, serta melakukan resusitasi jika perlu
      2. Kelelahan akibat kepanasan
      Gejala : a. Sakit kepala, pening dan konfusi
      b. Tidak ada nafsu makan dan mual
      c. Berkeringat, kulit pucat dan lembap
      d. Kejang pada kaki atau tangan dan perut
      e. Denyut nadi cepat kemudian lemah.
      Tujuan : Memindahkan korban ke tempat yang sejuk, mengganti kehilangan garam dan cairan
      Tindakan : a. Baringkan korban di tempat sejuk, kaki di tinggikan ydan ditopang
      b. Kalau korban sadar, berikan minuman cairan yang memiliki kandungan garam rendah (1 sendok garam per liter air) sebanyak munugkin.
      c. kalau korban segera pulih kembali, sarankan agar berobat ke dokter
      d. Jika korban menjadi tidak sadar, barinigkan tdalam posisi pemulihan, minta bantuan. Periksa dan catat nadi dan pernapasan serta tingkat reaksinya setiap 10 menit.
      3. Dehidrasi
      yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). Dehidrasi disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.
      Gejala : a. Dehidrasi ringan
      Defisit cairan 5% dari berat badan
      Penderita merasa haus
      Denyut nadi lebih dari 90x/menit
      b. Dehidrasi sedang
      Defisit cairan antara 5-10% dari berat badan
      Denyut Nadi lebih dari 90x/menit
      Nadi lemah
      Penderita merasa sangat haus
      c. Dehidrasi berat
      Defisit cairan lebih dari 10% dari berat badan
      Hipotensi
      Mata cekung
      Nadi sangat lemah, sampai tak terasa
      Kejang-kejang
      Tindakan : a. Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi shock
      b. Mengganti elektrolit yang lemah
      c. Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada
      d. Memberantas penyebabnya
      e. Rutinlah minum jangan tunggu haus
      E. CEDERA PADA PATAH TULANG, SENDI DAN OTOT
      Jenis cedera : 1. Fraktur
      2. Dislokasi
      3. Cedera jaringan lunak
      4. Tindakan umum pada tulang
      Gejala Umum : 1. Kesulitan untuk menggerakkan bagian yang cedera atau tidak bisa di gerakan sama sekali
      2. Nyeri paha atau di dekat tempat cedera dan diperberat oleh gerakan. Nyeri yang hebat dan menyakitkan sering menunjukkan suatu dislokasi, nyeri dan lunak di atas tulang kalau disentuh merupakan gejala dari fraktur
      3. Perubahan bentuk, memar dan bengkak
      4. Gejala-gejala shock kalau patah tulang paha, lengkungan iga dan atau panggul
      Tujuan : Mencegah gerakan dari bagian yang sakit, mencegah bengkak dan nyeri dan mencari bantuan medis
      Tindakan Umum: 1. Katakan pada korban supaya tenang. Bagian yang sakit distabilkan dan ditopang dengan tangan sampai dimobilisasi
      2. Agar dapat ditopang dengan baik, bagian yang sakit di satukan dengan bagian tubuh yang sehat. Jika anda menduga ada dislokasi jangan mencoba mengembalikan tulang-tulang ke dalam rongga sendi
      3. Minta bantuan, tangani shock kalau ada. Bila mungkin bagian yang cedera ditinggikan, diperiksa sirkulasi di bawah balutan tiap 10 menit.
      1. Patah Tulang/fraktur
      yaitu rusaknya jaringan tulang, secara keseluruhan maupun sebagian
      Gejala : a. Perubahan bentuk
      b. Nyeri bila ditekan dan kaku
      c. Bengkak
      d. Terdengar/terasa (korban) derikan tulang yang retak/patah
      e. Ada memar (jika tertutup)
      f. Terjadi pendarahan (jika terbuka)
      Tindakan : 1. Bagian yang sakit di topang dengan tangan
      2. Agar dapat ditopang dengan baik, bagian yang sakit di satukan dengan bagian tubuh yang sehat
      3. Minta bantuan, tangani shock kalau ada. Bila mungkin bagian yang cedera ditinggikan, diperiksa sirkulasi di bawah balutan tiap 10 menit.
      2. Patah tulang tertutup
      Periksa Gerakan (apakah bagian tubuh yang luka bisa digerakan/diangkat), Sensasi (respon nyeri), Sirkulasi (peredaran darah)
      Tindakan : a. Ukur bidai (Jalinan bilah bambu atau rotan untuk kerai) disisi yang sehat
      b. Pasang kain pengikat bidai melalui sela-sela tubuh bawah
      c. Pasang bantalan didaerah patah tulang
      d. Pasang bidai meliputi 2 sendi disamping luka
      e. Ikat bidai
      f. Periksa GSS (Gerakan, Sensasi (respon nyeri) dan Sirkulasi (peredaran darah)
      3. Untuk patah tulang terbuka
      Tindakan : a. Buat pembalut cincin untuk menstabilkan posisi tulang yang mencuat
      b.Tutup tulang dengan kasa steril, plastik, pembalut cincin
      c. Ikat dengan ikatan V
      d. Untuk selanjutnya ditangani seperti pada patah tulang tertutup
      4. Kram
      yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan.
      Gejala : a. Nyeri pada otot
      b. Kadang disertai bengkak
      Tindakan : a. Istirahatkan penderita
      b. Posisikan penderita pada posisi yang nyaman
      c. Relaksasi
      d. Pijatlah penderita pada arah berlawanan dengan kontraksi
      5. Memar
      yaitu pendarahan yang terjadi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.
      Gejala : a. Warna kebiruan/merah pada kulit
      b. Nyeri jika di tekan
      c. Kadang disertai bengkak
      Tindakan : a. Kompres penderita dengan air dingin
      b. Balut dan tekanlah pada bagian yang memar
      c. Tinggikan bagian luka
      6. Keseleo
      yaitu pergeseran yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram.
      Gejala : a. Bengkak
      b. Nyeri bila tekan
      c. Kebiruan/merah pada derah luka
      d. Sendi terkuncingan
      e. Ada perubahan bentuk pada sendi
      Tindakan : a. Korban diposisikan nyaman
      b. Kompres es/dingin
      c. Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi pergerakan
      d. Tinggikan bagian tubuh yang luka
      F. CEDERA JARINGAN RINGAN
      Tujuan : Mengurangi bengkak dan nyeri, kemudian mencari bantuan medis bila perlu.
      Tindakan : 1. Istirahatkan, stabilkan dan topang bagian bagian yang cedera dalam posisi yang nyaman bagi korban
      2. Bila cedera baru saja terjadi, kompres (dinginkan) bagian tersebut dengan es yanig dibungkus dengan kain untuk mengurangi bengkak dan nyeri.
      3. Seputar bagian yang cedera ditekan sedikit dengan gumpalan kapas atau busa yang tebal, eratkan dengan balutan
      4. Bagian yang cedera ditopang dan ditinggikan supaya aliran darah ke tempat itu berkurang dan untuk mengurangi memar
      5. Minta bantuan bila perlu.
      G. KERACUNAN MAKANAN ATAU MINUMAN
      Keracunan yanug dialami oleh penderita akibat makanan atau minuman yang mengandung racun.
      Gejala : 1. Mual, muntah
      2. Keringat dingin
      3. Wajah pucat/kebiruan
      4. Pusing
      5. Kejang-kejang seluruh badan
      6. Kadang-kadang mencret
      7. Kalau terlalu berat bisa pingsang
      Tindakan : 1. Bawa korban ke tempat yang teduh dan segar
      2. Jika korban tidak sehat, pastikan jalan napas selalu terbuka dan amati pernapasan dan sirkulasinya
      3. Cegah c edera lebih lanjut
      4. Untuk racun yang tertelan, jangan berusaha agar korban muntah karena bisa membahayakan korban, ada baik korban di beri susu atau obat norit kalau ada
      5. Untuk racun yang terhirup, Singkirkan korban dari bahaya dan bawa ke tempat yang udaranya segar
      6. Untuk racun yang terserap, sisa-sisa zat kimia yang masih ada pada kulit di bilas dengan air megalir.
      7. Istirahatkan
      8. Jangan diberi air minum sampai kondisinya lebih baik.
      Catatan : Apabila anda menginginkan korban muntah, Tindakan yang harus dilakukan adalah mencampur satu sendok garam dengan air panas Atau dengan sepotong sabun yang dikocok dengan segelas air panas. Jika racun sudah leluar beri minum segelas susu untuk melepaskan jaringan-jaringan yang rusak.
      H. BENDA ASING
      Tindakan : 1. Tentukan apakah mungkin atau bijaksana apabila berusahamengeluarkan benda tersebut. Ada benda yang tidak boleh dan tidak dapat dikeluarkan oleh penolong. Apabila tidak dapat dikeluarkan mintalah bantuan medis
      2. Jika benda tersebut dapat di keluarkan maka yang terpenting adalah tenangkan korban dan kurangi serta perhatikan resiko pendarahan dan terinfeksi.
      I. PUSING/VERTIGO/NYERI KEPALA
      yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan dll.
      Gejala : 1. Kepala terasa nyeri/berdenyut
      2. Kehilangan keseimbangan tubuh
      3. Lemas
      Tindakan : 1. Istirahatkan korban
      2. Beri minuman hangat
      3. beri obat bila perlu
      4. Tangani sesuai penyebab
      J. MAAG/MUAL
      yaitu gangguan lambung/saluran pencernaan.
      Gejala : 1. Perut terasa nyeri/mual
      2. Berkeringat dingin
      3. Lemas
      Tindakan : 1. Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring sesuai kondisi korban
      2. Beri minuman hangat (teh/kopi)
      3. Jangan beri makan terlalu cepat
      K. GIGITAN BINATANG
      Gigitan binatang dan sengatan, biasanya merupakan alat dari binatang tersebut untuk mempertahankan diri dari lingkungan atau sesuatu yang mengancam keselamatan jiwanya. Gigitan binatang terbagi menjadi dua jenis yaitu yang berbisa (beracun) dan yang tidak berbisa (tidak beracun). Pada umumnya resiko infeksi pada gigitan binatang lebih besar dari pada luka biasa. Oleh karena itu yang harus kita lakukan untuk menolong korban di gigit binatang adalah:
      1. Cucilah bagian yang tergigit dengan air hangat dengan sedikit antiseptik
      2. Bila pendarahan, segera dirawat dan kemudian dibalut
      1. Gigitan Ular
      Tidak semua ular berbisa, akan tetapi hidup penderita atau korban tergantung pada ketepatan diagnosa, maka pada keadaan yang meragukan ambillah sikap menganggap ular tersebut berbisa. Sifat bisa atau racun ular terbagi menjadi 3, yaitu:
      a. Hematotoksin (keracunan dalam)
      b. Neurotoksin (bisa/racun menyerang sistem saraf)
      c. Histaminik (bisa menyebabkan alergi pada korban)
      Nyeri yang sangat dan pembengkakan dapat timbul pada gigitan, penderita dapat pingsan, sukar bernafas dan mungkin disertai muntah. Sikap penolong yaitu menenangkan penderita adalah sangat penting karena rata-rata penderita biasanya takut mati. Oleh karena itu kita harus cepat mengambil bertindak:
      a. Telentangkan atau baringkan penderita dengan bagian yang tergigit lebih rendah dari jantung.
      b. Tenangkan penderita, agar penjalaran bisa ular tidak semakin cepat
      c. Cegah penyebaran bisa penderita dari daerah gigitan
      Torniquet di bagian proximal daerah gigitan pembengkakan untuk membendung sebagian aliran limfa dan vena, tetapi tidak menghalangi aliran arteri. Torniquet / toniket dikendorkan setiap 15 menit selama + 30 detik
      Letakkan daerah gigitan dari tubuh
      Berikan kompres es
      Usahakan penderita setenang mungkin bila perlu diberikan petidine 50 mg/im untuk menghilangkan rasa nyeri
      d. Perawatan luka
      Hindari kontak luka dengan larutan asam Kmn 04, yodium atau benda panas
      Zat anestetik disuntikkan sekitar luka jangan kedalam lukanya, bila perlu pengeluaran ini dibantu dengan pengisapan melalui breastpump sprit atau dengan isapan mulut sebab bisa ular tidak berbahaya bila ditelan selama tidak ada luka di mulut.
      e. Bila memungkinkan, berikan suntikan anti bisa (antifenin)
      f. Perbaikan sirkulasi darah
      Kopi pahit pekat
      Kafein nabenzoat 0,5 gr im/iv
      Bila perlu diberikan pula vasakonstriktor
      g. Obat-obatan lain
      Ats
      Toksoid tetanus 1 ml
      Antibiotic misalnya: PS 4:1
      2. Gigitan Lipan
      Ciri-ciri : a. Ada sepasang luka bekas gigitan
      b. Sekitar luka bengkak, rasa terbakar, pegal dan sakit biasanya hilang dengan sendirinya setelah 4-5 jam
      Tindakan : a. Kompres dengan yang dingin dan cuci dengan obat antiseptik
      b. Beri obat pelawan rasa sakit, bila gelisah bawa ke paramedic
      3. Gigitan Lintah dan Pacet
      Ciri-ciri : Pembengkakan, gatal dan kemerah-merahan (lintah)
      Tindakan : a. Lepaskan lintah/pacet dengan bantuan air tembakau/air garam
      b. Bila ada tanda-tanda reaksi kepekaan, gosok dengan obat atau salep anti gatal
      4. Sengatan Lebah/Tawon dan Hewan Penyengat lainnya
      Biasanya sengatan ini kurang berbahaya walaupun bengkak, memerah, dan gatal. Namun beberapa sengatan pada waktu yang sama dapat memasukkan racun dalam tubuh korban yang sangat menyakiti.
      Catatan: a. Dalam hal sengatan lebah, pertama cabutlah sengat-sengat itu tapi jangan menggunakan kuku atau pinset, Anda justru akan lebih banyak memasukkan racun kedalam tubuh. Cobalah mengorek sengat itu dengan mata pisau bersih atau dengan mendorongnya ke arah samping
      b. Balutlah bagian yang tersengat dan basahi dengan larutan garam inggris.


      Pengertian Renang gaya dada - Renangmerupakan olahraga yang diperlombakan dengan menghitung kecepatan seorang atlet dalam berenang. Perenang yang memenangkan lomba renang yaitu perenang yang dapat menyelesaikan jarak lintasan renang paling cepat. Pemenang lomba renang dalam babak penyisihan menuju babak semifinal, kemudian pemenang dalam babak semifinal menuju ke babak final. Dalam perlombaan renang, terdapat beberapa gaya renang yang diperlombakan diantaranya yaitu renang gaya bebasgaya punggung, gaya kupu-kupu, dan gaya dada. Di sini yang akan kami bahas yaitu tentang pengertian renang gaya dada, untuk yang lain akan kami bahas dalam artikel lain. Tahukah kamu apa itu renang gaya dada? Seperti apa yang dimaksud renang gaya dada itu? Mungkin diantara kamu ada yang sudah tahu tentang definisi renang gaya dada. Namun bagi yang belum tahu tentang arti renang gaya dada. Berikut ini saya berikan tentang pengertian renang gaya bebas dan punggung.
      Pengertian Renang gaya dada

      Pengertian Renang Gaya Dada

      Renang gaya dada (breast stroke) atau sering disebut gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan di buka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Gaya dada yang dilakukan secara benar memerlukan teknik pernapasan yang teratur dengan wajah terbenam pada saat meluncur.

      Teknik Renang Gaya Dada

      Teknik renang gaya dada adalah teknik yang digunakan dalam renang gaya dada agar bisa renang dengan gaya dada secara baik dan benar.

      1.  Latihan Gerakan Meluncur
      Gerakan meluncur adalah teknik yang perlu dikuasai oleh seorang perenang. Langkah pertama inilah yang merupakan langkah penting untuk diketahui dan dikuasai sebab meluncur bisa menghilngkan rasa takut pada saat berada di dalam air, selain itu bisa untuk menyesuaikan suhu dan bisa menghilangkan resiko dari terjadinya cidera.

      Berikut ini adalah cara meluncur renang gaya dada:
      • Berdirilah di pinggir kolam dengan menggunakan salah satu kaki menempel di dinding kolam.
      • Badan posisinya dibungkukkan sehingga kelihatan sejajar dengan permukaan air, kemudian kedua belah tangan diluruskan dan mengapit telinga.
      • Kaki ditolakan dengan dinding dengan kuat, kemudian badan akan meluncur ke depan.
      • Kedua lengan dan kaki lurus ke depan.
      • Badan posisinya berada di permukaan air (stream line) dengna tubuh lurus dan jaga keseimbangan.
      Pengertian Renang Gaya Dada

      2. Latihan Gerakan Kaki
      Untuk latihan gerakan kaki renang gaya dadabisa anda perhatikan langkah-langkah berikut ini:
      • Posisi badan tengkurap atau terlungkup.
      • Berpegangan pada dinding kolam renang.
      • Kepala posisinya berada pada permukaan air dan kedua kaki dalam posisi yang lurus.
      • Kedua kaki ditarik ke samping kemudian kedua kaki diluruskan lagi, seperti kaki katak pada saat sedang berenang.
      • Ketika kedua kaki diluruskan buatlah lecutan ketika kaki ditutupkan.
      • Kedua kaki harus dalam keadaan rileks.
      • Lakukan seperti itu berulang kali hingga anda menguasainya dengan baik.

      3. Latihan Gerakan Tangan
      Latihan gerakan tangan renang gaya dada bisa anda lakukan dengan cara-cara berikut ini:
      • Kedua kaki diletakkan di dinding kolam.
      • Kedua tangan diluruskan dan posisi kepala keluar dari permukaan air.
      • Kedua tangan ditarik bersama-sama ke arah dada bawah sambil telapak tangan mengayuh air.
      • Pada latihan gerakan tangan ini juga bisa anda lakukan dengan bantuan papan peluncur.

      4.  Latihan Mengambil Nafas
      Latihan pernapasan renang gaya dada ini bisa anda lakukan ketika kedua tangan di tarik ke bagian samping, kemudian kepala diangkat ke atas sambil menghirup udara. Untuk mengeluarkannya bisa anda keluarkan secara perlahan di dalam air.
      Pengertian Renang Gaya Dada

      Itulah penjelasan dari saya tentang apa yang dimaksud renang gaya dada, semoga bermanfaat.

      Tidak ada komentar:

      Posting Komentar